Pendidikan Dalam Perspektif Sosiologis : Maju atau Tertinggal -->

Pendidikan Dalam Perspektif Sosiologis : Maju atau Tertinggal

Jumat, 12 Januari 2024, 19:53

OPINI, Sulselpos.id - Dunia pendidikan adalah seni transfer ilmu dan nilai nilai yang penuh akan inspirasi, di samping ketekunan dan kesabaran. 

Dengan inspirasi seorang pendidik akan menemukan sesuatu yang bukan saja efektif, tetapi dinamis dan harmonis dalam mengajar. Untuk kepentingan tersebut sudah seharusnya setiap pendidik senantiasa memperkaya diri dengan bekal apapun yang dapat mengahadirkan inspirasi dalam dirinya.

Buku yang memuat geografi para tokoh yang telah terbukti banyak berkecimpung dalam dunia ilmu dan pendidikan sarat dengan ide ide orisinil dan cemerlang, mereka secara kritis mengupas berbagai seluk pendidikan, landasan sosial bagi pendidikan menurut ibnu khaldun, reformasi pendidikan dalam pandangan muhammad abduh, problem krusial pendidikan pada lenbaga lembaga pendidikan islam.

Dasar Utama sebuah pendidikan bagaimana bisa kemudian mencerdasakan sebuah manusia melalui bentuk dan berbagai macam metode pembelajaran yang di terapkan, dari metode atau cara yang ada bisa di berikan pada setiap pada peserta didik ini dapat mengubah pandangan berpikir yang lebih komprehensif dan akurat serta peserta didik agar tidak juga mengalami degradasi makna dan nilai dan tidak pula  menimbulkan kejenuhan dalam sebuah pembelajaran.

Sebuah pendidikan yang di desain dengan baik  sedari awal ini akan dan tentu menghasilkan sebuah impact yang baik untuk normalisasi dunia pendidikan itu dengan banyaknya dan berbagai cara aktualisasi  dan metode yang di terapkan saya pikir akan lebih memudahkan seorang tenaga pendidik akan di pahami oleh peserta didik pada saat mengajar.

Mengajarkan suatu hal yang baru akan ada sebuah rasa ingin mencari tahu yang begitu dalam untuk memahami sebuah ilmu akan ada sebuah pula rasa penasaran yang panjang sampai kemudian sejauh mana siswa mencari dan menggali akan ilmu itu sampai kemudian betul betul ilmu itu bisa di pahami dan di aktualisasikan secara nyata.

Proses mendidik bukanlah sebuah hal instant, salah satu ujar pesan bahwasanya sebelum memimpin banyak orang, baiknya  kita harus tuntas dulu pada diri kita sendiri Person. 

Perlu mempersiapkan sedari awal sebelum terjun pada ruang pendidikan yang nyata, sebelum masuk pada ruang ruang praktik yang nyata sekiranya persiapan persiapan itu perlu di matangkan agar betul proses mentrasfer teori dan nilai nilai itu bisa terima dengan pantas dan tandas.

Uji menguji diri dalam dunia pendidikan itu pasti ada dan itu bisa tidak di pungkiri bahwa itu betul betul ada dan nyata adanya, maka di situ pulalah uji diri akan di alami dan di lalui dengan kesabaran, keteduhan dan kelapangan dada, pikiran dan mental akan di di tantang untuk melakukan adaptasi yang luwes dan berinteraksi dengan berbagai macam ragam karakter.

Saya pikir cukuplah sebuah kesabaran yang menjadi quotesi yang paling perlu di sadari untuk menjadi landasan dan pijakan dalam membentuk peserta didik menjadi manusia yang baik dan bijak dalam berpikir dan bertindak tentunya.

Sebuah refleksi pengalaman akan menjadi spirit tersendiri untuk terus menata kapasitas dan kapabilitas seorang pengajar, ini saya pikir hal terpenting dan tidak boleh di anggap enteng dan remeh temeh, jika ini di abaikan maka segala kemungkinan kemungkinan itu akan kurang memberikan inspirasi pada generasi generasi yang akan mendatang.

Prinsip pendidikan ini semestinya bisa kita teladani  sekarang. Satu prinsip yang mengedepankan kelurusan dan keontentikan pemikiran, ketajaman metodologi, akurasi pandangan dan kehati hatian dalam mengambil sebuah kesimpulan hukum. 

Sayangnya dari kita justru cenderung mengabaikan premis premis dan langsung melompat ke kesimpulan akhir.

Keberhasilan seorang pemikir atau orang berilmu tidak hanya di ukur dari pemikiran dan karya yang di tinggalkanya, tetapi juga dari jejak jejak pemikiranya yang di beberapa masa yang berbeda, bukan lewat reproduksi biologis melalui anak anak dan keturunanya, melainkan lewat reproduksi pemikiran dan keilmuan  melalui para pengikutnya yang membawa bendera ke khalayak setelah mereka.

Orang yang mengakaji displin ilmu ini (Pendidikan) membutuhkan pengetahuan tentang kaedah kaedah, politik tabiat tabiat berbagai eksistensi serta perbedaan bangsa, tempat dan masa dalam hal perjalanan hidup dan moral, kebiasaan dan agama aliran dan berbagai keadaan.

Ia juga harus mengusai fakta konkrit yang bisa terjadi dari itu semua, mencermati kesesuaian dan perbedaan antara fakta dan konkrit itu dengan fakta yang tersembunyi lalu menganalisa sebab sebab yang menimbulkan kesesuaian dan perbedaan keduanya.

Ketika kita menilik dan meniti bagaimana atmosfer  pendidikan secara persepsi Sosiologi hari ini yang kian begitu di anggap berkecamuk dengan secara  begitu penting yang patut menjadi perhatian khusus yang sesegera mungkin cepat bisa di selesaikan agar kemudian pendidikan bisa berjalan sesuai dengan kaedah dan nilai nilai menjunjung tingi yang secara sadar dan mengantarkan tiap generasi pada puncak kecerdasan yang otentik, bermutu dan mampu berdaya saing.

“Anda Memiliki kemampuan untuk memilih kemana anda ingin pergi anda harus percaya bahwa hal hal besar akan terjadi dalam hidup anda. Lakukan semua yang anda bisa-persiapkan, berdoa, dan capai  untuk mewujudkanya”.

Penulis : Muh. Aswar Akbar 
(Mahasiswa Pascasarjana UMM Malang)

TerPopuler