Cegah Konflik Sosial, Kodim 1410 Bantaeng Korem 141 Toddopuli Gelar Giat Binkom


BANTAENG, Sulselpos.id - Mencegah terjadinya konflik sosial di wilayah teritorialnya, Kodim 1410 Bantaeng menggelar kegiatan Pembinaan Komunikasi (Binkom) yang bekerja sama dengan Staf Intelijen Angkatan Darat, Sinteldam XIV/Hsn dan Sintelrem 141/Tp bertempat di Aula Butta Toa Jln. Dahlia Kelurahan Pallantikang Kecamatam Bantaeng Kabupaten Bantaeng. Rabu, (24/05/2023).

Adapun Rombongan Tim Binkom dipimpin oleh Kolonel Inf Junaidi M, S.Sos., M.Si (Ketua Tim Binkom), Kapten Cku Santoso, S.E. dan Serda Guruh Pradia.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kolonel Inf Muhammad Roni Sulaiman (Kasi Intel Korem 141/Tp), Letkol Arm Gatot Awan Febrianto, S.Sos (Dandim 1410/Btg), Mayor Inf Amiruddin (Pabanda Gal Sintel Kodam XIV/Hsn), Letda Inf Harpil (Dan Unit Intel Kodim 1410/Btg), Para Perwira Staf Kodim 1410/Btg, Bapak Faisal, S.Stp., M.Si (Kesbangpol Kab. Bantaeng), Para Komponen masyarakat (Tomas, Toga, Todat, Toda, Ormas dan mahasiswa/i berjumlah 150 orang.

Dalam sambutannya pada kegiatan yang mengusung tema "Peran Seluruh Komponen Masyarakat Dalam Mencegah Konflik Sosial di wilayah Kodim 1410 Bantaeng", Dandim 1410 Bantaeng Letkol Arn Gatot Awan Febrianto , mengatakan, bahwa kegiatan Binkom dilaksanakan sebagai upaya membantu Pemerintah Daerah dalam mencegah dan meredam potensi konflik sosial yang terjadi di wilayah.

"Cinta Tanah Air yang dimiliki oleh setiap individu dapat tercermin dan perilaku untuk membela dan melindungi tanah airnya,Ciri-ciri cinta tanah air yaitu rela berkorban untuk tanah air dan bangsa serta Ikut mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa." Tuturnya

Lanjut Dandim menyampaikan bahwa Bela Negara mempunyai filungsi dan tujuan yaitu " Mempertahankan kelangsungan hidup bangsa dan negara, Melestarikan budaya, Menjalankan nilai-nilai pancasila dan UUD 1945, Menjaga identitas dan integritas bangsa negara serta mempertahankan Negara dari berbagai ancaman, Menjaga keutuhan wilayah negara, Merupakan kewajiban setiap warga negara dan Merupakan panggilan sejarah.

Kami juga mengucapkan selamat datang kepada para nara sumber, dan terima kasih telah meluangkan waktu untuk memberikan pembekalan kepada para peserta dalam kegiatan ini,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini juga Kolonel Inf Junaidi  (Ketua Tim Binkom) menyampaikan bahwa kami datang diseluruh wilayah Provinsi Sulsel, kegiatan materi ini akan kami sampaikan namun sebelumnya saya berterima kasih kepada yang hadir dalam kegiatan Sosialisasi Binkom ini Khususnya kepada Dandim 1410 Bantaeng atas kesempatan yang telah menyiapkan tempat untuk acara Binkom ini.

" Kepada seluruh komponen bangsa untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan konflik sosial di tengah-tengah masyarakat, dimana di tahun 2024 akan dilaksanakan Pemilu (Presiden dan Legislatif serta pelaksanaan Pemilukada serentak)," katanya

"salah satu upaya pencegahaan konflik sosial di daerah yakni dengan menggalakan komunikasi yang efektif antara masyarakat dengan pemerintah baik itu TNI, Polri maupun pemerintah daerah." Tambahnya

" Kita ketahui konflik sosial bukan tanggung jawab pemerintah semata-mata, tetapi tanggung jawab seluruh pihak yang memiliki tanggung jawab moral. Maka untuk seluruh komponen bangsa untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan konflik sosial di tengah-tengah masyarakat.


Sementara itu Faisal  (Kesbangpol Kab. Bantaeng) menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dandim 1410 Bantaeng beserta jajarannya atas terselenggaranya kegiatan Binkom tersebut, dengan harapan melalui kegiatan ini akan mampu mencegah konflik sosial di wilayah Kabupaten Bantaeng,

"Di mana gejolak konflik tersebut terbukti telah mengakibatkan hilangnya rasa aman, timbulnya rasa takut masyarakat, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, korban jiwa dan trauma psikologis seperti dendam, benci, dan antipati, sehingga menghambat terwujudnya kesejahteraan umum,” Ucapnya. 

Konflik Sosial Perseturuan dan atau benturan fisik akan menganggu stabilitas nasional dan menghambat pembangunan nasional, Sumber Konflik umum terjadi karena faktor Geografi, Ekonomi, Kondisi Sosial, Ideologi, Politik dan Demografi dan kasus yang sering terjadi Terorisme, separatisme serta pesta demokrasi (Pemilu/Pilpres, Pilkada, Pilkades).

Oleh karena pencegahan dan Penghentian Konflik dapat dilakukan dengan Penguatan kesadaran Kerukunan umat beragama, Penguatan tim terpadu konflik sosial, Kominda dalam mendeteksi dan mencegah dini kejadian, Aparat hukum dan pemerintah yang profesional serta bersama masyarakat mengedepankan upaya dialog/persuasif," tutupnya

Pardi

0 Komentar