Viral! Ibu PKL di Pasar Sentral Sinjai Menangis Protes Lapaknya Dibongkar: Dari Sini Saya Besarkan 6 Anak
Sinjai, Sulselpos - Aksi protes seorang ibu pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Sentral Sinjai viral di media sosial setelah video dirinya meluapkan kekecewaan atas pembongkaran lapak dagangannya oleh pemerintah daerah beredar luas. Rabu (11/3/2026).
Dalam video yang diunggah sejumlah akun media sosial, ibu pedagang tersebut terlihat emosional saat menyampaikan keberatannya terhadap rencana pembongkaran lapak yang selama ini menjadi sumber penghidupan keluarganya.
Ia mengaku telah membesarkan enam orang anak dari hasil berjualan di lokasi tersebut dan berharap pemerintah daerah dapat memberikan kebijakan yang lebih bijaksana bagi pedagang kecil.
“Dari sini saya membesarkan enam anak saya. Saya cuma minta kebijakan dari pemerintah,” ucapnya dalam video yang kini ramai diperbincangkan warganet.
Dengan nada kecewa, ia juga mempertanyakan mengapa hanya lapaknya yang hendak dibongkar sementara pedagang lain di sekitar lokasi masih tetap berjualan.
“Kalau bapak mau bongkar silakan, tapi kalau lapak saya dibongkar, silahkan juga bongkar yang lain,” ujarnya.
Ia bahkan menyampaikan bahwa dirinya hanya ingin mencari nafkah untuk keluarganya dan tidak mungkin bergantung pada bantuan orang lain.
“Kesian saya juga mau hidup pak, mau makan anakku. Tidak mungkin saya meminta sama bapak,” tambahnya dengan nada kesal.
Video tersebut kemudian memicu berbagai reaksi dari warganet. Banyak yang menyampaikan empati terhadap kondisi pedagang tersebut dan meminta pemerintah mempertimbangkan kebijakan yang lebih manusiawi.
Salah satu komentar datang dari akun Facebook bernama Syakir Proletar Merah yang meminta pihak terkait meninjau kembali kebijakan penertiban tersebut.
“Harap pihak terkait memeriksa secara menyeluruh dan membuat kebijakan yang tepat untuk pedagang. Jangan menggunakan kekuasaan untuk menindas mereka. Ingat kata-kata ibu itu, dari hasil dagangannya untuk menafkahi enam anaknya. Camkan itu jika kalian punya nurani,” tulisnya di kolom komentar.
Komentar serupa juga disampaikan akun Lagga Daeng Mattone Awie yang menilai penertiban seharusnya dilakukan secara merata.
“Sepanjang tidak ada yang dirugikan atau diganggu kenapa harus bongkar lapak orang saudaraku. Kalau memang penertiban harus semuanya, tapi siapkanlah tempat untuk semua,” tulisnya.
Sementara itu, pemerintah daerah melalui tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, Dinas Perhubungan, Pemerintah Kecamatan, serta Dinas Perindag dan ESDM Sinjai melakukan penertiban terhadap sejumlah pedagang yang mendirikan lapak di area parkir Pasar Sentral Sinjai, Jalan Bung Tomo, Kecamatan Sinjai Utara.
Penertiban tersebut dilakukan karena area parkir pasar tidak diperbolehkan digunakan sebagai lokasi berjualan demi menjaga ketertiban serta kenyamanan pengunjung pasar.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindag dan ESDM Sinjai, Andi Mandasini, mengatakan bahwa sebelum pembongkaran dilakukan, pihaknya telah melakukan pendekatan persuasif kepada para pedagang.
“Alhamdulillah para pedagang mengerti saat kami edukasi mengenai larangan menjual di area parkir, jadi tidak ada riak-riak. Semua dilakukan demi keamanan dan kenyamanan pengunjung di Pasar Sentral,” ujar Andi Mandasini.
