Tim Dosen Kesmas UMI Perkenalkan Manajemen Laktasi kepada Kader dan ibu Hamil untuk pencegahan Stunting -->

Tim Dosen Kesmas UMI Perkenalkan Manajemen Laktasi kepada Kader dan ibu Hamil untuk pencegahan Stunting

Jumat, 14 Oktober 2022, 00:52
Kegiatan Tim Dosen Kesmas UMI di Gowa
GOWA, Sulselpos.id - Tim Dosen Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Universitas Muslim Indonesia (UMI) di Kelurahan Lanna yang terletak di Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa,  Kamis (13/10/22).

Salah satu program yang termuat dalam Rencana Strategi Nasional RI sejak tahun 2017 yaitu Upaya pencegahan stunting.

 Pemkab Gowa sendiri telah membentuk 590 tim pendamping keluarga dan 1770 kader dalam rangka mempercepat penurunan stunting. 

Namun demikian, saat ini jumlah stunting di Gowa masih 33%. Khususnya di Kelurahan Lanna masih ditemukan 3 balita yang mengalami stunting. Salah satu penyebab yaitu pemberian ASI di Kelurahan Lanna sangat rendah. Hanya terdapat 2 ibu dari 26 ibu menyusui yang berhasil memberikan ASI Eksklusif.

Hal inilah yang melatarbelakangi pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia Dr. Fairus Prihatin Idris dan Dr. Andi Asrina.

Kegiatan pengabdian disambut baik oleh kepala Puskesmas  Faisal  dalam penerimaan di ruangannya dirinya menyampaikan terimakasih atas kegiatan yang dilakukan di lokasi tersebut.

"Saya mengucapkan terima kasih mengingat kegiatan ini sejalan dengan program Puskesmas. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa, dan menyasar para ibu Hamil dan ibu menyusui serta para kader, juga tenaga kesehatan setempat," Ujarnya.

Fairus Prihatin Idris sebagai ketua tim menyampaikan bahwa, salah satu kegagalan pemberian ASI Eksklusif adalah manajemen laktasi. 

"Manajemen laktasi adalah tata laksana yang diperlukan untuk menunjang keberhasilan menyusui, terutama dimulai pada masa kehamilan, segera setelah melahirkan dan pada masa menyusui selanjutnya," katanya.

"Bila manajemen laktasi tidak terlaksana maka akan berdampak penurunan pemberian ASI sehingga berdampak pada peningkatan angka gizi dalam hal ini salah satunya adalah angka kejadian stunting," pungkasnya.

Sekedar diketahui bahwa kejadian stunting di Indonesia dipengaruhi oleh asupan gizi, pengetahuan gizi ibu balita, Riwayat penyakit infeksi, dll. Salah satu bentuk upaya intervensi gizi yang dilakukan pada bayi dan balita untuk mencegah stunting adalah pemberian ASI Eksklusif selama 6 bulan dan dilanjutkan sampai usia 2 tahun. Pemberian ASI Eksklusif diharapkan dapat membantu memperoleh nutrisi yang tepat dan mengurangi risiko stunting. 

Pardi

TerPopuler